Asfiksia neonatorum merupakan suatu kondisi dimana bayi tidak dapat bernapas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Keadaan tersebut dapat disertai dengan adanya hipoksia, hiperkapnea, sampai asidosis. Asfiksia ini dapat terjadi karena kurangnya kemampuan organ bayi dalam menjalankan fungsinya, seperti pengembangan paru. Asfiksia neonatarum dapat disebabkan oleh beberapa factor, diantaranya adalah adanya (1) penyakit pada ibu sewaktu hamil seperti hipertensi, gangguan atau penyakit paru, dan gangguan kontraksi uterus; (2) pada ibu yang kehamilannya beresiko; (3) factor plasenta, seperti janin dengan solusio plasenta; (4) factor janin itu sendiri, seperti terjadi kelainan pada tali pusat, seperti tali pusat menumbung atau melilit pada leher atau juga kompresi tali pusat antara janin dan jalan lahir; serta (5) factor persalinan seperti partus lama atau partus dengan tindakan tertentu.
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan pada bayi dengan asfiksia neonatorum adalah sebagai berikut :
1. Pemantauan gas darah, denyut nadi, fungsi system jantung dan paru dengan melakukan resusitasi, memberikan oksigen yang cukup, serta memantau perfusi jaringan tiap 2-4 jam.
2. Mempertahankan jalan napas agar tetap baik, sehingga proses oksigenasi cukup agar sirkulasi darah tetap baik. Cara mengatasi asfiksia adalah sebagai berikut.
Asfiksia Ringan APGAR skor (7-10)
Cara mengatasinya adalah sebagai berikut :
1. Bayi dibungkus dengan kain hangat
2. Bersihkan jalan napas dengan menghisap lender pada hidung kemudian mulut.
3. Bersihkan badan dan tali pusat
4. Lakukan observasi tanda vital, pantau APGAR skor, dan masukkan ke dalam incubator.
Asfiksia Sedang APGAR skor (4-6)
Cara mengatasinya adalah sebagai berikut :
1. Bersihkan jalan napas
2. Berikan oksigen 2 liter per menit
3. Rangsang pernapasan dengan menepuk telapak kaki. Apabila belum ada reaksi, bantu pernapasan dengan masker (ambubag).
4. Bila bayi sudah mulai bernapas tetapi masih sianosis, berikan natrium bikarbonat 7,5% sebanyak 6cc. Dekstrosa 40% sebanyak 4cc disuntikkan melalui vena umbilikalis secara perlahan-lahan untuk mencegah tekanan intracranial meningkat.
Asfiksia Berat APGAR skor (0-3)
Cara mengatasinya adalah sebagai berikut :
1. Bersihkan jalan napas sambil pompa melalui ambubag.
2. Berikan oksigen 4-5 liter per menit.
3. Bila tidak berhasil, lakukan pemasangan ETT (endotracheal tube)
4. Bersihkan jalan napas melalui ETT.
5. Apabila bayi sudah mulai bernapas tetapi masih sianosis berikan natrium bikarbonat 7,5% sebanyak 6cc. Selanjutnya berikan dekstrosa 40% sebanyak 4cc.

Sumber :Hidayat, Alimul Aziz. A. 2008. Ilmu Kesehatan Anak Untuk Pendidikan Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika
Read More >>
Penyebab 
Selama trimester pertama payudara mengalami perubahan dramatis. Estrogen menstimulasi proliferasi system duktus pada payudara. System glandular distimulasi oleh human placental lactogen, human chorionic gonadotropin, dan prolaktin; progesteron merangsang pertumbuhan lobules-lobulus. Selanjutnya, hormon-hormon ini merangsang alveoli untuk meningkatkan ukuran dan menggelapkan warnanya. Nyeri tekan pada payudara hamper selalu hilang pada akhir trimester pertama, meskipun pada beberapa wanita dapat berlanjut mengalami nyeri tekan selama kehamilan.
Pengumpulan Data
Subjektif
1. Penjelasan tenang awitan, frekuensi, lama, dan karakter nyeri tekan
2. Identifikasi beberapa daerah khusus nyeri tekan
3. Identifikasi status laktasi saat ini
Objektif
1. Inspeksi payudara untuk adanya tanda infeksi atau iritasi putting
2. Palpasi pyudara untuk adanya massa
Diagnosis Banding
1. Perubahan payudara normal dalam kehamilan
2. Mastitis
3. Mastalgia karena penyebab yang tidak dapat ditentukan
Intervensi
Praktisi harus berusaha meyakinkan tentang keadaan normal dalam kehamilan yang disebabkan oleh perubahan hormonal. Nyeri tekan dapat dihilangkan dengan memakai bra (BH) yang pas dipakai dan baik. Para wanita harus melihat karakteristik berikut ketika membeli bra untuk kehamilan dan menyusui:
1. Bra harus terbuat dari katun atau bahan berongga lainnya, bahan mudah dicuci yang akan menyerap keringat
2. Bra harus terbentuk untuk member sokongan yang kuat pada seluruh payudara
3. Jangan ada lipatan atau lapisan dalam yang akan meningkatkan tekanan pada daerah seputar payudara
4. Tali bahu dan punggung harus cukup lebar untuk mencegah tegangan disekitar bahu dan dibawah lengan.
Selanjutnya, praktisi harus mendiskusikan dampak ekspresi seksual dan berbagi kenyataan dengan pasangannya bahwa payudara nyeri tekan. Hubungan seksual yang melibatkan payudara mungkin perlu ditunda samapi nyeri tekan kembali normal.
Indikasi Untuk Rujukan
Jarang dibutuhkan rujukan pada nyeri tekan payudara normal dalam kehamilan. Mastitis dapat ditanggulangi sendiri berdasarkan kebijakan praktik. Pasien dengan massa di payudara atau mastalgia yang melebihi perubahan normal kehamilan harus dirujuk untuk dievaluasi medis.

Sumber : Walsh, Linda V. 2008. Buku Ajar Kebidanan Komunitas. Jakarta : EGC.
Read More >>
Penyebab
Progesterone menyebabkan otot polos berelaksasi yang mengakibatkan menurunnya motilitas pada usus dan menyebabkan wanita mengalami konstipasi dalam kehamilan. Motilitas yang tertunda, seiring dengan meningkatnya jumlah aldosteron dan angiotensin, mengarah pada meningkatnya penyerapan air yang mengakibatkan feses keras. Perubahan dalam diet dan olahraga, kurangnya cairan secara adekuat, dan penggunaan suplemen zat besi juga berperan terhadap munculnya masalah ini. Selanjutnya, peningkatan ukuran uterus pada uterus yang hamil mempersulit aktivitas mengejan sambil membungkuk, karenanya menurukan dorongan untuk mengeluarkan feses.
Pengumpulan Data
Subjektif
1. Penjelasan pola defekasi yang biasa
2. Penjelasan pola saat ini
3. Identifikasi penggunaan laksatif sebelumnya dan saat ini
4. Catatan diet 24 jam, termasuk semua cairan dikonsumsi
5. Identifikasi tindakan menyembuhkan diri sendiri yang dapat memperbaiki atau memperburuk kondisi
6. Indentifikasi karakteristik nyeri abdomen
Objektif 
Palpasi abdomen untuk mengidentifikasi massa, pembengkakan, nyeri tekan.
Diagnosis banding
1. Perubahan defekasi normal pada kehamilan yang disebabkan diet atau kekurangan cairan
2. Konstipasi yang berhubungan dengan patologi gastrointestinal
Intervensi 
Penjelasan mengenai perubahan normal dalam kehamilan yang mempredisposisikan ibu pada konstipasi harus diberikan. Cara pencegahan, meliputi diet termasuk cairan (paling sedikit 6-8 gelas sehari), meningkatkan diet serat, meningkatkan konsumsi buah segar dan sayuran, identifikasi makanan tertentu yang menstimulasi aktivitas defekasi (prem, jus prem, dan minuman panas) harus digali. Jika dibutuhkan, penggunaan laksatif serat mungkin direkomendasikan. Dosis bergantung pada produknya, intruksi pada kemasan harus diikuti. Docusate sodium (100 mg BID) untuk penggunaan jangka pendek mungkin tepat. Minyak mineral dikontraindikasikan karena mencegahan penyerapan vitamin yang dapat larut dalam lemak. Diskusi mengenai pencegahan ketergantungan terhadap laksatif harus dimasukkan dalam konseling. Diskusi mengenai pencegahan ketergantungan terhadap laksatif harus dimasukkan dalam konseling. Diskusi mengenai rutinitas harian dapat mengidentifikasi perilaku seperti mengabaikan keinginan defekasi, yang akan menghambat fungsi normal defekasi.
Masase abdomen yang kuat searah jarum jam dapat merangsang peristaltic. Pemberian akupresur sebentar, sekitar 10 detik pada titik tengah antara pubis dan umbilicus selama kira-kira 10 menit, dapat juga merangsang aktivitas defekasi.
Indikasi Untuk Rujukan
Konstipasi yang tidak membaik dengan perubahan diet dan laksatif membutuhkan evaluasi medis lebih lanjut. Perubahan kebiasaan defekasi diikuti dengan nyeri abdomen hebat atu perdarahan rectal yang membutuhkan konsultasi atau rujukan untuk evaluasi si medis.

Sumber :Walsh, Linda V. 2008. Buku Ajar Kebidanan Komunitas. Jakarta : EGC.
Read More >>
Penyebab
Relaksasi akibat hormone progesterone otot polos yang menyebabkan penurunan motilitas usus, mengakibatkan terjadinya kantong gas. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri gas, dan flatulens.
Pengumpulan Data
Subjektif 
1. Deskripsi awitan, frekuensi, lama dan karakter masalah
2. Identifikasi asuhan makan yang berhubungan dengan masalah (mis. Intoleransi susu)
3. Pengingatan diet 24 jam
4. Identifikasi riwayat masalah yang sama sebelum kehamilan
Objektif 
1. Inspeksi abdomen untuk adanya distensi
2. Palpasi abdomen untuk konfirmasi
Diagnosis Banding
Perubahan gastrointestinal normal dalam kehamilan masalah gastrointestinal lainnya, etiologi tidak diketahui.
Intervensi 
Perubahan usus dalam kehamilan harus dijelaskan dengan menghindari masalah makanan seperti bawang putih, kacang-kacangan, bunga kol, kol dapat membantu. Minum yoghurt atau minuman susu dapat mempertahankan flora normal usus.
Indikasi Untuk Rujukan
Rujukan untuk intervensi medis jarang dibutuhkan .
Sumber :
1. Walsh, Linda V. 2008. Buku Ajar Kebidanan Komunitas. Jakarta : EGC.
Read More >>
Penyebab
Diduga 50% sampai 80% ibu hamil mengalami mual dan muntah dan kira-kira 5% dari ibu hamil membutuhkan penanganan untuk penggantian cairan dan koreksi ketidakseimbangan elektrolit. Mual dan muntah khas pada kehamilan terjadi selama trimester pertama dan paling mudah disebabkan oleh peningkatan jumlah human chorionic gonadotropin (hCG). Saat jumlah hCG mulai turun, rasa mual dapat pulih. Hubungan hormonal ini lebih jauh didukung oleh kenyataan bahwa, dalam situasi kadar hCG lebih tinggi dari biasanya (Kehamilan multiple, penyakit trofoblastik), mual dan muntah meningkat. Mual juga dihubungkan dengan perubahan dalam indera penciuman dan perasa pada awal kehamilan.
Terdapat bukti bahwa mulai dapat dihubungkan dengan kekurangan vitamin B, terutama vitamin B6 . meskipun tidak ada hubungan antara jumlah piridoksin dan derajat morning sickness, bukti menunjukan bahwa suplementasi vitamin B dapat mengurangi mual dan muntah pada kehamilan, terutama dalam kasus muntah yang berat.
Pengumpulan Data
Subjektif
1. Deskripsi awitan, frekuensi, durasi dan karakter masalah
2. Identifikasi factor lingkungan yang berhubungan
3. Pengingatan diet 24 jam
4. Identifikasi tindakan perawatan sendiri yang memperbaiki atau memperburuk
Objektif 
1. Palpasi turgor kulit
2. Inspeksi membrane mukosa
3. Berat badan saat ini dan sepanjang waktu
4. Keton urine, berat jenis, warna

Diagnosis Banding
1. Mual dan muntah pada kehamilan
2. Mual dan muntah sekunder akibat infeksi gastrointestinal.
Intervensi 
Mual dan muntah tanpa dehidrasi dapat sembuh dengan sendirinya, dan perlu penjelasan tentang penyebab yang mungkin dan diskusi tentang pengobatan sendiri yang dapat dicoba. Pendekatan diet yang kelihatannya dapat membantu meliputi krekers kering atau roti sebelum bangun tidur, kudapan lunak dalam frekuensi kecil, sedikit dan minuman air jahe atau cola. Sebagian wanita menemukan bahwa rasa asam seperti buah jeruk nipis dan acar mengurangi kekacauan rasa dalam mulut. Demikian juga rasa mint yang kuat dapat membantu, baik dengan mengubah lingkungan mulut dan mengganggu sensasi bau. Kebrsihan gigi dapat membantu menghilangkan rasa asam dalam mulut dan dapat mengurangi gejala. Penginderaan pentriger yang sudah diketahui terhadap mual seperti bau-bauan yang berhubungan dengan kopi dan tembakau dapat membantu.
Terdapat bukti bahwa vitamin B6, 30-75 mg per hari atau 25 mg setiap 8 jam, dapat mengurangi mual pada sebagian wanita. Beberapa obat herbal dapat mengurangi mual. Teh biji anise atau fennel pada saat bangun tidur, dapat membantu. 24 ml air dengan 1 sendok teh cuka sari buah apel juga menyejukkan lambung. Teh daun raspberry juga biasa digunakkan untuk merigankan mual dan muntah. Jahe dalam bentuk akar celup atau digerus kapsul (250 mg 4 kali per hari) terutama efektif untuk mual di pagi hari dan motion sickness.
Obat-obatan homeopatik biasanya direkomendasi biasanya direkomendasikan untuk mual, meliputi Ipecac 30x, Nux vomica 6x, dan Cannabis 30x. Tidak ada penelitian yang menggali keefektifan intervensi ini.
Manset tangan yang tersedia yang member tekanan pada titik akupungtur P6 dapat ditemukan di apotik dan took alat-alat maritime. Beberapa penelitian telah menemukan bahwa akrupresur secara signifikan mengurangi frekuensi dan beratnya mual dan muntah. Bagaimanapun efeknya dapat dihubungkan dengan placebo daripada efek langsung dari tekanan.

Indikasi Untuk Rujukan
Mual dan muntah yang disertai dengan dehidrasi membutuhkan rujukan utnuk perbaikan cairan, kemungkinan pemberian agens farmakologik, dan evaluasi untuk menyingkirkan penyebab lain dari distres gastrointestinal.


Sumber :
1. Walsh, Linda V. 2008. Buku Ajar Kebidanan Komunitas. Jakarta : EGC.
Read More >>

A. Definisi
Oligohidramnion adalah suatu keadaan dimana air ketuban kurang dari normal, yaitu kurang dari 500 cc.

B. Etiologi
Etiologi belum jelas, tetapi disangka ada kaitannya dengan renal agenosis janin. Etiologi primer lainnya mungkin oleh karena amnion kurang baik pertumbuhannya dan etiologi sekunder lainnya, misalnya pada ketuban pecah dini.

C. Patofisiologi
Sindroma Potter dan Fenotip Potter adalah suatu keadaan kompleks yang berhubungan dengan gagal ginjal bawaan dan berhubungan dengan oligohidramnion (cairan ketuban yang sedikit).
Fenotip Potter digambarkan sebagai suatu keadaan khas pada bayi baru lahir, dimana cairan ketubannya sangat sedikit atau tidak ada. Oligohidramnion menyebabkan bayi tidak memiliki bantalan terhadap dinding rahim. Tekanan dari dinding rahim menyebabkan gambaran wajah yang khas (wajah Potter). Selain itu, karena ruang di dalam rahim sempit, maka anggota gerak tubuh menjadi abnormal atau mengalami kontraktur dan terpaku pada posisi abnormal.
Oligohidramnion juga menyebabkan terhentinya perkembangan paru-paru (paru-paru hipoplastik), sehingga pada saat lahir, paru-paru tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Pada sindroma Potter, kelainan yang utama adalah gagal ginjal bawaan, baik karena kegagalan pembentukan ginjal (agenesis ginjal bilateral) maupun karena penyakit lain pada ginjal yang menyebabkan ginjal gagal berfungsi.
Dalam keadaan normal, ginjal membentuk cairan ketuban (sebagai air kemih) dan tidak adanya cairan ketuban menyebabkan gambaran yang khas dari sindroma Potter.
Gejala Sindroma Potter berupa :
-     Wajah Potter (kedua mata terpisah jauh, terdapat lipatan epikantus, pangkal hidung yang lebar, telinga yang rendah dan dagu yang tertarik ke belakang).
-     Tidak terbentuk air kemih
-     Gawat pernafasan,

D.  Wanita dengan kondisi berikut memiliki insiden oligohidramnion yang tinggi.
1. Anomali kongenital (misalnya : agenosis ginjal, sindrom patter).
2. Retardasi pertumbuhan intra uterin.
3. Ketuban pecah dini (24-26 minggu).
4. Sindrom paska maturitas.


 Gambar
                                                  
                      

             
E. Gambaran Klinis
1. Uterus tampak lebih kecil dari usia kehamilan dan tidak ada ballotemen.
2. Ibu merasa nyeri di perut pada setiap pergerakan anak.
3. Sering berakhir dengan partus prematurus.
4. Bunyi jantung anak sudah terdengar mulai bulan kelima dan terdengar lebih jelas.
5. Persalinan lebih lama dari biasanya.
6. Sewaktu his akan sakit sekali.
7. Bila ketuban pecah, air ketuban sedikit sekali bahkan tidak ada yang keluar.

F. Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan yang biasa dilakukan:
-   USG ibu (menunjukkan oligohidramnion serta tidak adanya ginjal janin atau ginjal yang sangat abnormal)
-   Rontgen perut bayi
-   Rontgen paru-paru bayi
-   Analisa gas darah.
.
G. Akibat Oligohidramnion

1.   Bila terjadi pada permulaan kehamilan maka janin akan menderita cacat bawaan dan pertumbuhan janin dapat terganggu bahkan bisa terjadi partus prematurus yaitu picak seperti kertas kusut karena janin mengalami tekanan dinding rahim.
2.   Bila terjadi pada kehamilan yang lebih lanjut akan terjadi cacat bawaan seperti club-foot, cacat bawaan karena tekanan atau kulit jadi tenal dan kering (lethery appereance).

H. Tindakan Konservatif
1. Tirah baring.
2. Hidrasi.
3. Perbaikan nutrisi.
4. Pemantauan kesejahteraan janin (hitung pergerakan janin, NST, Bpp).
5. Pemeriksaan USG yang umum dari volume cairan amnion.
6. Amnion infusion.
7. Induksi dan kelahiran.

http://tutorialkuliah.wordpress.com/2009/01/14/oligohidramnion/
 
Read More >>
Sewaktu pertama kali kami menikah, istri bertanya suami “Sudah siap punya anak Mas?” suami menjawab “Siap, memang kenapa?” lalu istri menjawab “Bagi seorang wanita keputusan untuk hamil, adalah kontrak siap mati” dan aku terdiam…
Menurut definisi…kehamilan resiko tinggi adalah suatu kehamilan yang memiliki resiko lebih besar dari biasanya (baik bagi ibu maupun bayinya), akan terjadinya penyakit atau kematian sebelum maupun sesudah persalinan.
untuk menentukan suatu kehamilan resiko tinggi, dilakukan penilaian terhadap wanita hamil untuk menentukan apakah dia memiliki keadaan atau ciri-ciri yang menyebabkan dia ataupun janinnya lebih rentan terhadap penyakit atau kematian (keadaan atau ciri tersebut disebut faktor resiko).
faktor resiko bisa memberikan suatu angka yang sesuai dengan beratnya resiko.
faktor resiko sebelum kehamilan
sebelum hamil, seorang wanita bisa memiliki suatu keadaan yang menyebabkan meningkatnya resiko selama kehamilan.
selain itu, jika seorang wanita mengalami masalah pada kehamilan yang lalu, maka resikonya untuk mengalami hal yang sama pada kehamilan yang akan datang adalah lebih besar.
karakteristik ibu
usia wanita mempengaruhi resiko kehamilan.
anak perempuan berusia 15 tahun atau kurang lebih rentan terhadap terjadinya pre-eklamsi (suatu keadaan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, protein dalam air kemih dan penimbunan cairan selama kehamilan) dan eklamsi (kejang akibat pre-eklamsi). mereka juga lebih mungkin melahirkan bayi dengan berat badan rendah atau bayi kurang gizi.
wanita yang berusia 35 tahun atau lebih, lebih rentan terhadap tekanan darah tinggi, diabetes atau fibroid di dalam rahim serta lebih rentan terhadap gangguan persalinan. diatas usia 35 tahun, resiko memiliki bayi dengan kelainan kromosom (misalnya sindroma down) semakin meningkat. pada wanita hamil yang berusia diatas 35 tahun bisa dilakukan pemeriksaan cairan ketuban (amniosentesis) untuk menilai kromosom janin.
seorang wanita yang pada saat tidak hamil memiliki berat badan kurang dari 50 kg, lebih mungkin melahirkan bayi yang lebih kecil dari usia kehamilan (kmk, kecil untuk masa kehamilan). jika kenaikan berat badan selama kehamilan kurang dari 7,5 kg, maka resikonya meningkat sampai 30%.
sebaliknya, seorang wanita gemuk lebih mungkin melahirkan bayi besar. obesitas juga menyebabkan meningkatnya resiko terjadinya diabetes dan tekanan darah tinggi selama kehamilan.
seorang wanita yang memiliki tinggi badan kurang dari 1,5 meter, lebih mungkin memiliki panggul yang sempit. selain itu, wanita tersebut juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami persalinan prematur dan melahirkan bayi yang sangat kecil.
peristiwa pada kehamilan yang lalu
seorang wanita yang 3 kali berturut-turut mengalami keguguran pada trimester pertama, memiliki resiko sebesar 35% unuk mengalami keguguran lagi.
keguguran juga lebih mungkin terjadi pada wanita yang pernah melahirkan bayi yang sudah meninggal pada usia kehamilan 4-8 minggu atau pernah melahirkan bayi prematur.
sebelum mencoba hamil lagi, sebaiknya seorang wanita yang pernah mengalami keguguran menjalani pemeriksaan untuk:
- kelainan kromosom atau hormon
- kelainan struktur rahim atau leher rahim
- penyakit jaringan ikat (misalnya lupus)
- reksi kekebalan pada janin (biasanya ketidaksesuaian rh).
jika penyebab terjadinya keguguran diketahui, maka dilakukan tindakan pengobatan.
kematian di dalam kandungan atau kematian bayi baru lahir bisa terjadi akibat:
- kelainan kromosom pada bayi
- diabetes
- penyakit ginjal atau pembuluh darah menahun
- tekanan darah tinggi
- penyalahgunaan obat
- penyakit jaringan ikat pada ibu (misalnya lupus).
seorang wanita yang pernah melahirkan bayi prematur, memiliki resiko yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi prematur pada kehamilan berikutnya.
seorang wanita yang pernah melahirkan bayi dengan berat badan kurang dari 1,5 kg, memiliki resiko sebesar 50% untuk melahirkan bayi prematur pada kehamilan berikutnya.
jika seorang wanita pernah melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 5 kg, mungkin dia menderita diabetes.
jika selama kehamilan seorang wanita menderita diabetes, maka resiko terjadinya keguguran atau resiko kematian ibu maupun bayinya meningkat.
pemeriksaan kadar gula darah dilakuka pada wanita hamil ketika memasuki usia kehamilan 20-28 minggu.
seorang wanita yang telah mengalami kehamilan sebanyak 6 kali atau lebih, lebih mungkin mengalami:
- kontraksi yang lemah pada saat persalinan (karena otot rahimnya lemah)
- perdarahan setelah persalinan (karena otot rahimnya lemah)
- persalinan yang cepat, yang bisa menyebabkan meningkatnya resiko perdarahan vagina yang berat
- plasenta previa (plasenta letak rendah).
jika seorang wanita pernah melahirkan bayi yang menderita penyakit hemolitik, maka bayi berikutnya memiliki resiko menderita penyakit yang sama.
penyakit ini terjadi jika darah ibu memiliki rh-negatif, darah janin memiliki rh-positif dan ibu membentuk antibodi untuk menyerang darah janin; antibodi ini menyebabkan kerusakan pada sel darah merah janin.
pada kasus seperti ini, dilakukan pemeriksaan darah pada ibu dan ayah. jika ayah memiliki 2 gen untuk rh-positif, maka semua anaknya akan memiliki rh-positif; jika ayah hanya memiliki 1 gen untuk rh-positif, maka peluang anak-anaknya untuk memiliki rh-positif adalah sebesar 50%.
biasanya pada kehamilan pertama, perbedaan rh antara ibu dengan bayinya tidak menimbulkan masalah, tetapi kontak antara darah ibu dan bayi pada persalinan menyebabkan tubuh ibu membentuk antibodi. akibatnya, resiko penyakit hemolitik akan ditemukan pada kehamilan berikutnya.
tetapi setelah melahirkan bayi dengan rh-positif, biasanya pada ibu yang memiliki rh-negatif diberikan immunoglobulin rh-nol-d, yang akan menghancurkan antibodi rh. karena itu, penyakit hemolitik pada bayi jarang terjadi.
seorang wanita yang pernah mengalami pre-eklamsi atau eklamsi, kemungkinan akan mengalaminya lagi pada kehamilan berikutnya, terutama jika diluar kehamilan dia menderita tekanan darah tinggi menahun.
jika seorang wanita pernah melahirkan bayi dengan kelainan genetik atau cacat bawaan, biasanya sebelum merencanakan kehamilan berikutnya, dilakukan analisa genetik pada bayi dan kedua orangtuanya.
kelainan struktur
kelainan struktur pada organ reproduksi wanita (misalnya rahim ganda atau leher rahim yang lemah) bisa meningkatkan resiko terjadinya keguguran.
untuk mengetahui adanya kelainan struktur, bisa dilakukan pembedahan diagnostik, usg atau rontgen.
fibroid (tumor jinak) di dalam rahim bisa meningkatkan resiko terjadinya:
- kelahiran prematur
- gangguan selama persalinan
- kelainan letak janin
- kelainan letak plasenta
- keguguran berulang.
keadaan kesehatan
keadaan kesehatan tertentu pada wanita hamil bisa membahayakan ibu dan bayi yang dikandungnya.
keadaan kesehatan yang sangat penting adalah:
- tekanan darah tinggi menahun
- penyakit ginjal
- diabetes
- penyakit jantung yang berat
- penyakit sel sabit
- penyakit tiroid
- lupus
- kelainan pembekuan darah.
riwayat keluarga
riwayat adanya keterbelakangan mental atau penyakit keturunan lainnya di keluarga ibu atau ayah menyebabkan meningkatnya kemungkinan terjadinya kelainan tersebut pada bayi yang dikandung. kecenderungan memiliki anak kembar juga sifatnya diturunkan.
faktor resiko selama kehamilan
seorang wanita hamil dengan resiko rendah bisa mengalami suatu perubahan yang menyebabkan bertambahnya resiko yang dimilikinya.
dia mungkin terpapar oleh teratogen (bahan yang bisa menyebabkan cacat bawaan), seperti radiasi, bahan kimia tertentu, obat-obatan dan infeksi; atau dia bias mengalami kelainan medis atau komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan.
obat-obatan atau infeksi
obat-obatan yang diketahui bisa menyebabkan cacat bawaan jika diminum selama hamil adalah:
- alkohol
- phenitoin
- obat-obat yang kerjanya melawan asam folat (misalnya triamteren atau trimethoprim)
- lithium
- streptomycin
- tetracyclin
- talidomide
- warfarin.
infeksi yang bisa menyebabkan cacat bawaan adalah:
- herpes simpleks
- hepatitis virus
- influenza
- gondongan
- campak jerman (rubella)
- cacar air (varisela)
- sifilis
- listeriosis
- toksoplasmosis
- infeksi oleh virus coxsackie atau sitomegalovirus.
merokok berbahaya bagi ibu dan janin yang dikandungnya, tetapi hanya sekitar 20% wanita yang berhenti merokok selama hamil.
efek yang paling sering terjadi akibat merokok selama hamil adalah berat badan bayi yang rendah. selain itu, wanita hamil yang merokok juga lebih rentan mengalami:
- komplikasi plasenta
- ketubah pecah sebelum waktunya
- persalinan prematur
- infeksi rahim.
seorang wanita hamil yang tidak merokok sebaiknya menghindari asap rokok dari orang lain karena bisa memberikan efek yang sama terhadap janinnya.
cacat bawaan pada jantung, otak dan wajah lebih sering ditemikan pada bayi yang ibunya merokok.
merokok selama hamil juga bisa menyebabkan meningkatnya resiko terjadinya sindroma kematian bayi mendadak.
selain itu, anak-anak yang dilahirkan oleh ibu perokok bisa mengalami kekurangan yang sifatnya ringan dalam hal pertumbuhan fisik, perkembangan intelektual dan perilaku. efek ini diduga disebabkan oleh karbon monoksida (yang menyebabkan berkurangnya pasokan oksigen ke jaringan tubuh) dan nikotin (yang merangsang pelepasan hormon yang menyebabkan pengkerutan pembuluh darah yang menuju ke plasenta dan rahim).
mengkonsumsi alkohol selama hamil bisa menyebabkan cacat bawaan.
sindroma alkohol pada janin merupakan salah satu akibat utama dari pemakaian alkohol selama hamil. sindroma ini ditandai dengan:
- keterbelakangan pertumbuhan sebelum atau sesudah lahir
- kelainan wajah
- mikrosefalus (ukuran kepala lebih kecil), yang kemungkinan disebabkan oleh pertumbuhan otak yang dibawah normal
- kelainan perkembangan perilaku.
sindroma alkohol pada janin seringkali menyebabkan keterbelakangan mental.
selain itu, alkohol juga bisa menyebabkan keguguran dan gangguan perilaku yang berat pada bayi maupun anak yang sedang tumbuh (misalnya perilaku antisosial dan kurang memperhatikan).
resiko terjadinya keguguran pada wanita hamil yang mengkonsumsi alkohol adalah 2 kali lipat, terutama jika wanita tersebut adalah peminum berat.
berat badan bayi yang dilahirkan berada di bawah normal, yaitu rata-rata 2 kg.
suatu pemeriksaan laboratorium yang sensitif dan tidak memerlukan biaya besar, yaitu kromatografi, bisa digunakan untuk mengetahui pemakaian heroin, morfin, amfetamin, barbiturat, kodein, kokain, marijuana, metadon atau fenotiazin pada wanita hamil.
wanita yang menggunakan obat suntik memiliki resiko tinggi terhadap:
- anemia
- bakteremia
- endokarditis
- abses kulit
- hepatitis
- flebitis
- pneumonia
- tetanus
- penyakit menular seksual (termasuk aids).
sekitar 75% bayi yang menderita aids, ibunya adalah pemakai obat suntik atau pramuria. bayi-bayi tersebut juga memiliki resiko menderita penyakit menular seksual lainnya, hepatitis dan infeksi. pertumbuhan mereka di dalam rahim kemungkinan mengalami kemunduran dan mereka bisa lahir prematur.
kokain merangsang sistem saraf pusat, bertindak sebagai obat bius lokal dan menyebabkan pengkerutan pembuluh darah. pembuluh darah yang mengkerut bisa menyebabkan berkurangnya aliran darah sehingga kadang janin tidak mendapatkan oksigen yang cukup.
berkurangnya aliran darah dan oksigen bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan berbagai organ dan biasanya menyebabkan cacat kerangka serta penyempitan sebagian usus.
pemeriksaan air kemih untuk mengatahui adanya kokain biasanya dilakukan jika:
- seorang wanita hamil tiba-tiba menderita tekanan darah tinggi yang berat
- terjadi perdarahan akibat pelepasan plasenta sebelum waktunya
- terjadi kematian dalam kandungan yang sebabnya tidak diketahui.
31% dari wanita pemakai kokain mengalami persalinan prematur, 19% melahirkan bayi yang pertumbuhannya terhambat dan 15% mengalami pelepasan plasenta sebelum waktunya.
jika pemakaian kokain dihentikan setelah trimester pertama, maka resiko persalinan prematur dan pelepasan plasenta sebelum waktunya tetap meningkat, tetapi pertumbuhan janinnya normal.
keadaan kesehatan
tekanan darah tinggi pada wanita hamil bisa disebabkan oleh kehamilan atau keadaan lain.
tekanan darah tinggi di akhir kehamilan bisa merupakan ancaman serius terhadap ibu dan bayinya dan harus segera diobati.
jika seorang wanita hamil pernah menderita infeksi kandung kemih, maka dilakukan pemeriksaan air kemih pada awal kehamilan. jika ditemukan bakteri, segera diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi ginjal yang bisa menyebabkan persalinan prematur dan ketuban pecah sebelum waktunya.
infeksi vagina oleh bakteri selama hamil juga bisa menyebabkan persalinan prematur dan ketuban pecah sebelum waktunya. untuk mencegah terjadinya hal tersebut, diberikan antibiotik.
penyakit yang menyebabkan demam (suhu lebih tinggi dari 39,4° celsius) pada trimester pertama menyebabkan meningkatnya kemungkinan terjadinya keguguran dan kelainan sistem saraf pada bayi.
demam pada trimester terakhir menyebabkan meningkatnya kemungkinan terjadinya persalinan prematur.
komplikasi kehamilan
1. inkompatibilitas rh
ibu dan janin yang dikandungnya bisa memiliki jenis darah yang tidak sesuai. yang paling sering terjadi adalah inkompatibilitas rh, yang bisa menyebabkan penyakit hemolitik pada bayi baru lahir.
penyakit hemolitik bisa terjadi jika ibu memiliki rh-negatif, ayah memiliki rh-positif, janin memiliki rh-positif dan tubuh ibu membuat antibodi untuk melawan darah janin.
jika seorang ibu hamil memiliki rh-negatif, maka dilakukan pemeriksaan antibodi terhadap janin setiap 2 bulan.
resiko pembentukan antibodi ini meningkat pada keadaan berikut:
- setelah terjadinya perdarahan dimana darah ibu dan darah janin bercampur
- setelah pemeriksaan amniosentesis
- dalam waktu 72 jam setelah melahirkan bayi dengan rh-positif.
pada saat ini dan pada kehamilan 28 minggu, diberikan imunoglobulin rh-nol-d kepada ibu, yang akan menghancurkan antibodi rh.
2. perdarahan
penyebab perdarahan paling sering pada trimester ketiga adalah:
- kelainan letak plasenta
- pelepasan plasenta sebelum waktunya
- penyakit pada vagina atau leher rahim (misalnya infeksi).
perdarahan pada trimester ketiga memiliki resiko terjadinya kematian bayi, perdarahan hebat dan kematian ibu pada saat persalinan.
untuk menentukan penyebab terjadinya perdarahan bisa dilakukan pemeriksaan usg, pengamatan leher rahim dan pap smear.
3. kelainan pada cairan ketuban
air ketuban yang terlalu banyak akan menyebabkan peregangan rahim dan menekan diafragma ibu. hal ini bisa menyebabkan gangguan pernafasan yang berat pada ibu atau terjadinya persalinan prematur.
air ketuban yang terlalu banyak cenerung terjadi pada:
- ibu yang menderita diabetes yang tidak terkontrol
- kehamilan ganda
- inkompatibilitas rh
- bayi dengan cacat bawaan (misalnya penyumbatan kerongkongan atau kelainan sistem saraf).
air ketuban yang terlalu sedikit ditemukan pada:
- bayi yang memiliki cacat bawaan pada saluran kemih
- bayi yang mengalami hambatan pertumbuhan
- bayi yang meninggal di dalam kandungan.
4. persalinan prematur
persalinan prematur lebih mungkin terjadi pada keadaan berikut:
- ibu memiliki kelainan struktur pada rahim atau leher rahim
- perdarahan
- stress fisik atau mental
- kehamilan ganda
- ibu pernah menjalani pembedahan rahim.
persalinan prematur seringkali terjadi jika:
- bayi berada dalam posisi sungsang
- plasenta terlepas dari rahim sebelum waktunya
- ibu menderita tekanan darah tinggi
- air ketuban terlalu banyak
- ibu menderita pneumonia, infeksi ginjal atau apendisitis.
5. kehamilan ganda
kehamilan lebih dari 1 janin juga bisa menyebabkan meningkatnya kemungkinan terjadinya cacat bawaan dan kelainan pada saat persalinan.
6. kehamilan lewat waktu
pada kehamilan yang terus berlanjut sampai lebih dari 42 minggu, kemungkinan terjadinya kematian bayi adalah 3 kali lebih besar.

http://kuliahbidan.wordpress.com/2008/07/27/kehamilanresiko/
 
Read More >>